HomeProductsaffiliatesContact
  
Order status View Order Status Checkout Checkout Email Email store
Search our store   

Mesin Pellet Cibinong
PT.CansAgrinusa
021-879-144-67
021-879-102-59

Jual Tepung Ikan
Sultan
Hp:0812 3099 1231

 
 

IKANNILA DOT COM
LEMBAH HIJAU
LIPPO CIKARANG
JAWA BARAT

FENDY
HP: 081287976684

Email Us

Valid XHTML 1.0 Transitional

Teknik Pembenihan Ikan Nila

 Diaplikasikan di (Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Batang)

 Ikan Nila (Oreochromis sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat popular di masyarakat. Selain harganya murah, rasanya enak, kandungan proteinnya juga cukup tinggi.

lkan nila berasal dari benua Afrika dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1969. Ikan tersebut merupakan pemakan segala (omnivora) yang mudah berkembang biak, sangat toleran terhadap Iingkungan serta tahan terhadap serangan penyakit.

Dengan berbagai kelebihan dibanding jenis-jenis ikan Iainnya, ikan nila mudah sekali diterima oleh masyarakat sehingga dalam waktu yang singkat sudah menyebar ke seluruh pelosok tanah air. Jenis-jenis ikan nila yang beredar di Indonesia. antara lain nila hitam (T.69, Citralada, GIFT, Aurea), nila merah (hibrida), nila JICA, nila NIRWANA dan nila GESIT.

Biologi

Phylum : Chordata

Sub Phylum: Vertebrata

Kelas: Pisces

Sub Kelas: Acanthoptergii

Suku : Cichildae

Marga : Oreochromis

Species: Orcochro,nis sp.

·         Secara morfologis, ikan nila memiliki bentuk tubuh pipih, sisik besar dan kasar, kepala relatif kecil, garis linea lateralis terputus dan terbagi dua, yaitu bagian atas dan hawah, memiliki 5 buah sirip dengan rumus D.XV1I.13; C11-18; V.1.5; P.11-15; A.IIl.10-11.

·         Banyak ditemukan di perairan tenang seperti danau, rawa dan waduk.

·         Toleransi terhadap perbedaan iingkungan sangat tinggi, dapat hidup pada salinitas 0-29 permil; suhu 14-38°C; pH5-11.

·         Merupakan ikan omnivora dan sangat menyenangi pakan alami berupa Rotifera, Daphnia sp., Benthos, perifiton dan fitoplankton. Disamping itu, bisa juga diberi pakan seperti pellet, dedak dll.

·         Termasuk ikan yang dapat memijah sepanjang tahun dan mulai memijah pada umur 6-8 bulan. Seekor induk betina ukuran 200-400 gram dapat menghasilkan larva 500-1.000 ekor.

·         Untuk membedakan induk jantan dan betina dapat dilihat dan bentuk tubuh, warna dan alat kelaminnya tanda-tanda tersebut antara lain:Jantan : Wanta tubuh cerah dan memiliki satu buah lubang kelamin yang bentuknya memanjang dan berfungsi sehagai tempat keluamya sperma dan air seni. Warna sirip memerah terutama pada saat matang kelamin. Betina : Warna tubuh agak pucat dan memiliki dua buah lubang kelamin. Lubang pertama berada dekat anus, bentuknya seperti hulan sabit dan berfungsi sebagai tempat keluarnya telur. Lubang kedua berada di belakangnya, bentuknya bulat dan berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni.

 

Ekstensif

·         Pemijahan dilakukan di kolam ukuran minimal 500 m2, kontruksi dasar kolam dibuat miring 2-5% dan dilengkapi dengan kubangan/kobakan dengan dimensi 2,5x1,5x0,5 m.

·         Sebelumnya dilakukan persiapan kolam berupa perbaikan pematang dan tanah dasar kolam serta pembuatan kemalir/caren serta pemupukan dengan dosis 250-500 gram/m2.

·         Kolam diisi air setinggi 70-100 cm.

·         Padat tebar untuk pemijahan adalah 1 ekor/ m2 dengan perbandingan induk jantan dan betina 1 :3

·         Selama pemijahan diberi pakan berupa pellet dengan dosis 3% dan bobot biomas ikan per hari.

·         Panen larva dilakukan pagi hari dengan cara menangkap larva secara langsung di permukaan air kolam atau menangkapnya di kobakan.

·         Larva selanjutnya dipelihara di kolam pendederan I yang sudah disiapkan empat hari sebelumnya.

Intensif

·         Pemijahan dilakukan dalam bak semen/hapa ukuran dan luas 24-48m2 dan kedalaman air 60-80 cm. Induk ditebar bersama-sama dengan kepadatan 5 ekor/m. Perbandingan antara jantan dan betina 1 :3.

·         Berbeda dengan pembenihan ekstensif, pada pembenihan intensif yang dipanen dan tempat pemijahan hukan larva, tetapi masih dalam bentuk telur. Ini dilakukan setiap 10 hari.

·         Telur yang dipanen biasanya ada 4 fase, yaitu telur muda, telur tua, telur bintik mata dan telur baru menetes (sudah berekor). Setiap fasenya, ditampung dalam wadah yang berbeda-beda.

·         Telur-telur tersebut kemudian diteteskan dalam corong penetesan yang terbuat dan serat kaca (fiberglass), kain terilin dan plastik (corong minyak tanah). Corong penetesan tersebut diberi aliran air agar telurnya bisa bergerak. Wadah lain yang dapat pub digunakan adalah akuarium.

·         Biasanya telur-telur ini akan menetes dalam waktu 3-7 hari. Telur yang tidak menetes berwarna putih dan telur-telur tersebut harus dibuang setiap hari dengan cara disiphon.

·         Dua hari setelah menetes larva dipindahkan ke bak tembok (3x2x1)m3 atau hapa ukuran (2x2x1) yang dipasang dikolam secara berderet. Padat penebaran larva di bak sebanyak 200 ekor/m2, di hapa 2000-2500 ekor/m2 dipelihara selama 21-25 hari.

·         Selama dalam hapa atau bak, larva diberi pakan berupa pellet halus. Pakan diberikan 4-5 kali sehari dengan dosis 30% per hari pada awal pemeliharaan, kemudian menurun sampai 12%.

 

Pendederan 1

·         Pendederan ikan nila dilakukan di kolam yang luasnya antara 500-1.000m2. Kolam tersebut harus disiapkan seminggu sebelum penebaran benih, yang meliputi pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir.

·         Setelah itu kolam dikapur dengan kapur tohor sebanyak 50-100gr/m2 dan dipupuk dengan pupuk organik dengan dosis 500gr/m2.

·         Setelah kolam sudah siap, larva ditebar pada pagi ban dengan kepadatan 100 ekor/m2.

·         Pakan berupa pellet halus atau dedak sebanyak 20% dan total bobot biomas/hari diberikan dengan frekuensi pemberian 3 kali per hari.

·         Pemeliharaan di kolam pendederan pertama berlangsung selama 2 minggu.

 

Sumber : BBPBAT, Sukabumi

Kontak : Kantor BBPBAT - Sukabumi Jl. Selabintana No. 37 Sukabumi 43114 Telp. 0266226211, Fax. 0266221762 email:

Mohon Klik Google +1 untuk memberitahukan informasi ini atau seperti ini dibertahukan ke SAYA.

 


Shopping cart  Shopping cart
0 Product(s) in cart
Total Rp 0
» Checkout
News

Dapatkan Panduan
Dan Newsletter
Budidaya Ikan Dan
Tips Sukses.


Masukan
Email Anda!

 

Name:
Email:

 

© Copyright 2011
Ikan nila
by ikannila.com
Berita seputar budidaya ikan nila di seluruh Indonesia What's new this month...!
 
 

Ibu Negara Menebar benih ikan Nila saat mendampingi Presiden SBY di Wafuk Bening Madiun bersama Gubernur Jatim, Dirut PJT I dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II


Berita seputar budidaya ikan nila di seluruh Indonesia

Teknik Fisika ITB Hasilkan Mesin Pellet Apung

ANALISIS USAHA BUDIDAYA IKAN NILA GIFT
DAN IKAN PATIN DALAM KARAMBA DI KABUPATEN BARITO UTARA

BUDIDAYA IKAN NILA GIFT

Ajakan kerja sama usaha

Budaya Nila Dalam Kolam Semen dan Tangki

Berita ini di ambil dari surat kabar terkemuka sehingga keakuratan informasi dapat dipercaya.

PEDOMAN CARA BUDIDAYA IKAN

Teknik Pembenihan Ikan Nila
 

 

Credit cards home | about us | products | affiliates | search | view cart | contact us