Home » » Tata Laksana Pembesaran Ikan Nila

Tata Laksana Pembesaran Ikan Nila

Tata Iaksana pembesaran ikan dikolam unggul berdasarkan wadah atau tempat pemeliharaan adalah : 

A. Kolam 
Benih yang ditebarkan pada pembesaran di kolam tanah, beton, atau terpal adalah gelondongan besar berukuran 10 - 14 cm (15 - 20 g/ekor) atau gelondongan super besar berukuran 16 - 18 cm (20 - 30 g/ekor). Sekitar dua minggu sebelum digunakan, kolam perlu disiapkan dengan baik. Persiapan meliputi pengeringan dasar kolam dan dijemur beberapa hari lalu dibersihkan dari rerumputan, dicangkul, dan diratakan. 

Tanggul dan pintu air diperbaiki jangan sampai terjadi kebocoran. Saluran air diperbaiki supaya pasokan air tetap lancar. Saringan dipasang pada pintu masuk dan pengeluaran air. Tanah dasar dikapur untuk memperbaiki pH dan menanggulangi hama. Pengapuran menggunakan kapur tohor sebanyak 100 - 300 kg/ha atau kapur pertanian 500 - 1.000 kg/ha. Setelah itu, pupuk kandang ditabur dan diaduk dengan tanah dasar kolam dengan dosis 1 - 2 ton/ha. Pupuk kandang juga dapat dionggokkan di depan pintu masuk air supaya tersebar secara merata.

Kolam Utuk Budidaya Ikan Nila
Setelah semuanya siap, kolam dapat segera diairi. Mula-mula, air dialirkan dan dijaga sampai sedalam 5 - 10 cm dan dibiarkan 2 - 3 hari supaya terjadi mineralisasi tanah dasar kolam. Setelah itu tambahkan lagi sampai kedalaman 75 - 100 cm. Setelah proses tersebut selesai, kolam siap untuk ditebarì bibit hasil pendederan apabila fitoplankton telah terlihat tumbuh dengan baik. Fitoplankton tumbuh dengan baik ditandai dengan perubahan warna air kolam menjadi kuning kehijauan. Di dasar kolam juga mulai banyak terdapat organisme renik berupa kutu air, jentik jentik serangga, cacing, anak-anak siput, dan sebagainya. 

Selama pembesaran, ketinggian air kolam diatur 75 - 100 cm. Pemupukan susulan perlu dilakukan 2 minggu sekali, yaitu pada saat makanan alami sudah mulai habis. Pupuk susulan menggunakan pupuk organik sebanyak 500 kg/ha. Pupuk tersebut dibagi menjadi empat dan masing-masing dimasukkan ke dalam karung, dua buah di kin dan dua buah di sisi kanan aliran air masuk. 

Selain itu, juga dapat menambahkan beberapa karung kecil berisi pupuk Urea atau TSP yang diletakkan di sudut-sudut kolam. Pupuk Urea dan TSP masing-masing sebanyak 30 kg/ha diletakkan di dalam kantong plastik yang diberi lubang-lubang kecil supaya dapat larut sedikit demi sedikit. Kantong pupuk tersebut digantungkan pada sebatang bambu yang dipancangkan di dasar kolam dengan posisi terendam tetapi tidak sampai ke dasar kolam.
Khusus untuk pembesaran ikan nila unggul di kolam terpal perlu memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa faktor berikut : 
  • Sumber air. Sumber air untuk mengisi kolam terpal dapat berupa air sumur, air PAM, air hujan yang ditampung, dan lain-lain. Lebih ideal lagi jika kolam terpal tersebut mendapat pasokan air dari sungai, saluran irigasi, waduk, atau danau. 
  • Ketinggian lokasi. Ketinggian lokasi perlu diperhatikan karena berkaitan dengan suhu air. Budi daya dalam kolam terpal cocok pada daerah yang mempunyai ketinggian 0 - 500 m dpl.
  • Ukuran ikan. Ukurdn kan yang akan dipelihara perlu di pertirnbangkan karena berkaitan dengan kedalaman air. Misalnya, benih ikan cocok dipelihara pada kedalaman air 40 - 50 cm. Untuk ketinggian air 40 cm, kolam dapat dibuat dengan kedalaman 60 cm. Benih berukuran 16 - 18 cm (berat 20 - 30 g/ekor) membutuhkan kedalaman air antara 80 - 100 cm. Untuk menampung air dengan ketinggian 100 cm, dibutuhkan kolam dengan kedalaman sekitar 120 cm.
  • Dasar tanah dan kerangka yang digunakan. Dasar tanah untuk peletakkan kolam terpal sebaiknya rata. Hindari penggunaan bahan kerangka yang tajam karena dapat membuat terpal sobek. Apabila tanah tidak rata dapat diberi lapisan dan pelepah batang pisang atau sekam padi. Selain berfungsi meratakan tanah, kedua bahan ini dapat menstabilkan suhu.
  • Peralatan pendukung. Peralatan yang diperlukan mencakup alat untuk menjaga ketersediaan dan memelihara kualitas air. Beberapa peralatan yang perlu disediakan antara lain Aerator atau blower (hanya diperlukan sewaktu-waktu untuk meningkatkan kandungan oksigen), pompa, selang atau pipa untuk mengalirkan air dan sumber air ke kolam terpal atau membersihkan dasar kolam dengan cara melakukan sifon.
Keunggulan dari kolam terpal antara lain dapat diterapkan (dibangun) di berbagai tempat dan tidak mutlak di lahan yang ideal sebagaimana pembangunan kolam konvensional. Kolam terpal juga mudah dibersihkan dan dipindahkan ke lokasi yang diinginkan dan tentunya memenuhi persyaratan. Selain itu, padat penebaran ikan dapat ditingkatkan, sintasan atau kelangsungan hidup (survival rate) Iebih tinggi, pertumbuhan ikan dapat dipacu, dan ikan hasil panen tidak berbau lumpur, Di samping itu, pemeliharaan di kolam terpal juga lebih mudah secara teknis dan Iebih murah secara finansial. 

Tata cara membuat kolam terpal untuk budi daya ikan nila unggul pada prinsipnya sebagai berikut : 
  • Tentukan posisi tanah yang Iangsung terkena sinar matahari dan cukup luas untuk pembuatan kolam. 
  • Gali tanah sesuai luas kolam yang diinginkan dengan kedalaman ± 50 cm. 
  • Gunakan tanah basil gahan untuk membuat tanggul di sisi kolam. Pada permukaa tanggul diberi batako atan bata merah supaya prmukaannya rata.
  • Hamparkan sekam secara merata di dasar kolam.
  •  Pasang terpal dan diisi air.
  •  Beri batako atau bata merah di atas terpal supaya aman, rapi, dan terpal tidak mudah berubah posisi.
Tatalaksana budi daya pembesaran ikan nila unggul di kolam terpal melìputi Iangkah kerja sebagai berikut : 
  • Persiapan kolam. Persiapan kolam diawali dengan pengeringan kolam, perbaikan pematang, dan membuat saluran masuk dan pengeluaran air. Selanjutnya, menyiapkan pengapuran sebanyak 25 - 1000 gram/rn2, pemupukan dengan pupuk kandang 500 gram/rn2, Urea dan TSP masing masing 15 gram/rn2, pengisian air kolam, dan penyemprotan dengan pestisida. Jangan lupa mernasang saringan pada pintu masuk air supaya hewan atau ikan lain tidak masuk. Masukkan air sarnpai kedalaman 80 - 150 cm, kemudian tutup pintu masuk dan keluar air. Biarkan air tergenang lalu tebarkan benih setelah 5 - 7 hari pengisian. 
  • Penebaran benih ikan nila unggul. Benih nila unggul yang disebarkan berukuran antara 8 - 12 cm dengan luas tebar sekitar 5 - 10 ekor/rn2. Pemeliharaan dilakukan selama 6 bulan atau hingga ukuran beratnya mencapai antara 400 -  600 gram/ekor. Pemberian rnakan (pakan). Pakan protein 20 - 30%, lemak 7% - 73%. Pakan tambahan dapat berupa sayuran atau hijau - hijauan.