Home » » Proses Pembesaran Ikan Nila

Proses Pembesaran Ikan Nila

Ikan nila termaksuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang baik dengan aneka makan baik hewani maupun nabati.  Ikan nila saat masih benih  pakannya adalah plangton dan lumut sedangkan jika sudah dewasa ikan nila mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain, seperti sayuran hijau.



Hal yang harus anda ketahiu untuk memelihara ikan nila adalah pertumbuhan ikan ini sagat tergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Prada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehinga menggangu pertumbuhan air dan secara tidak langsung menggau pertumbuhan ikan nila.

Ikan nila juga akan cepat tumbuh jika di pelihara di kolam yang dangkal airnya , karena di kolam yang dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibanding kolam yang dalam. Selain itu kolam yang saat pada pembuatannya menggunakan pupouk organik dan pupuk kandang juga akan membuat tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih cepat pertumbuhannya .

Ikan nila jantan juga mempunyai keunggulan di banding dengan yang betina, ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat di banding dengan yang betina. terlebih jika dipelihara di kolam yang di bedakan.

Usaha pembesaran ikan nila dengan sistem monokultur mempunyai sasaran produksi untuk pasar domestik maupun ekspor. Untuk pembesaran nila hal pertama yang di lakukan adalah kolam diperbaiki pematangannya, saluran air daan pintu pintu airnya. Lumpur dasar tambak diangkat, selanjutnya tambak di keringkan sehingga semua hama ikan yang suka mengganggu bisa musnah.

Pengapuran dilakukan dengan takaran 50gr/m2 dan pemupukan dengan pupuk kandang sebanyak 250 g/m2. Kemudian tambak di isi air dengan ketinggian sampai 70cm, setelah selama tiga hari dilakukan pemupukan dengan urea dan TPS dengan takaran masing masing 2,5gr/m2 dan 1,25 gr/m. Pada awal pengisian air di usahakan kadar garamnya sekitar  5 ppt dan selanjutnya bisa dinaikan selama masa pemeliharaan  sampai 15 ppt.

Benih yang di tebar sebainya berukuran lebih dari 1,25 gr ( panjang 3-5cm ) dengan ukuran yang seragam dan sehat ditandai dengan warna yang cerah, gerakan yang gesit dan reponsif terhadap pakan. Untuk target panen ukuran rata rat 15 gr/ ekor (1 ekor) padat penebaran sebanyak 20 ekor/ m2. Sedangkan untuk target panen  ukuran 500 gr/ekor (6bulan pemeliharaan), padat penebaran sebanyak 4 ekor /m2.

Selama masa pemeliharaan ini ikan di beri makanan tambahan berbentuk pelet sebanyak 3-5% per hari dari biomassa. Pakan buatan di berikan dengan frekuensi tiga kali sehari. pakan tersebut harus berkwalitas dengan komposisi protein minimal 25%.

Pada awal pemeliharaan , ketinggian air di pertahankan minimal 70 cm. Apabila masa pemeliharaan telah mencapai dua bulab ketinggian air dinaikan sehingga menjelang pemeliharaan empat bulan ketinggian di usahakan mencapai 1½ meter.

Pemupukan ulang dan pemupukan kandang dilakukan dua bulan sekalidengan takaran 250 gr/m2, sedangkan pemupukan ulang ureadan TPS dilakukan setiap minggu dengan takaran masing masing 2,5 gr/m2 dan 1,25 gr/m2 selama massa pemeliharan. Dengan target produksi ukuran 500 gr atau lebih per ekor terutama di perlukan produksi fillet, maka masa pemeliharaan adalah selama 6 bulan, pemanen di lakukan dengan cara di susur dan ujunnya menggunakan jaring seser.

Bila dirasakan populasi ikan dalam tambak tinggal sedikit baru air tambak dikeringkan. Usahakan ikan hasil tangkapan harus segar dan prima. Selain itu  untuk pasar ekpor komoditaf nilai ini diperlukan penangganan yang lebih hati hati  terutama sekali dari aspek higenis dan penampilan produk.