Home » » Potensi Sumber Daya Perikanan dan Kelautan

Potensi Sumber Daya Perikanan dan Kelautan

Potensi sumber daya perikanan dan kelautan yang dimiliki Indonesia sangat besar. Luas laut indonesia sekitar 3,544 juta km2 atau dua per tiga daratan. Indonesia juga memiliki garis pantai 104 ribu km, terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Disampng itu, Indoneisia juga memiliki jumlah pulau terbanyak, yaitu 17.504 pulau yang tersebar dan Sabang sampai Merauke.

Lautan Indonesia

Potensi sumber daya perikanan Indonesia berupa perikanan tangkap, budi daya laut, perairan umum, dan Iainnya diperkirakan mencapai US$ 82 juta per tahun yang terdiri atas perikanan tangkap US$ 15,1 juta, budi daya laut US$ 46,7 juta, peraian umum US$ 1,1 juta, budi daya tambak US$ 10 juta, budi daya air tawar US$ 5,2 juta, dan potensi bioteknologi kelautan US$ 4 juta. Perikanan juga mampu menyerap tenaga kerja Iangsung sebanyak 5,35 juta orang yang terdiri atas 2,23 juta nelayan laut dan 0,47 juta nelayan perairan umum, serta 2,65 juta pembudi daya ikan. 

Potensi perikanan di perairan tawar meliputi perikanan danau, waduk, rawa, sungai (perairan umum), perikanan budi daya kolam, dan mina padi di sawah. Luas perairan umum di Indonesia mencapai 55 juta hektar. Selain untuk perikanan tangkap, perairan umum juga mempunyai potensi yang cukup besar bagi pengembangan budi daya ikan di Keramba Jaring Apung (KJA). 

Di samping itu, luas lahan yang berpotensi dikembangkan untuk pembangunan kolam sekitar 180.000 hektar dan 4,2 juta hektar ahan beririgasi. Lahan sawah beririgasi teknis terdapat sekitar 1,1 juta hektar yang dapat diusahakan untuk mina padi. Lahan pasang surut sendiri terdapat 7,3 juta hektar yang dapat dimanfaatkan. Selain ketìga lahan tersebut, budi daya ikan juga dapat dilakukan di perairan tambak dan ekosistem salinitas (Iaut). Di samping itu, potensi keanekaragaman jenis dan plasma nutfah ikan di Indonesia mencapai 655 jenis ikan asli dì perairan tawar, 160 jenis ikan di antaranya tergolong bernilai ekonomis penting, dan hanya 13 jenis ikan (8%) sudah dibudidayakan.. Salah satu jenis ikan potensial dan prospektif untuk dikembangkan di perairan tawar adalah ikan nila.

Perikanan budi daya ikan tawar dimulai sejak zaman penjajahan Belanda pada pertengahan abad 19 dengan penebaran benih ikan karper atau ikan mas (Cyiprinus carpio) di kolam halaman rumah da Jawa Barat. Pada awal abad 20, praktik perikanan budi daya ini kemudian menyebar ke daerah lain. Pada akhir tahun 1970-an terjadi peningkatan produksi yang luar biasa dari budi daya ikan air tawar. 

Adanya pengenalan teknologi baru dalam perikanan memberikan kontribusi pada ketersediaan benih yang dihasilkan dan perkembangan pakan ikan. Spesies ikan yang umum dibudidayakan antara lain ikan karper atau ikan mas (C. carpio), ikan nila (Oreochromis nhloticus), dan gurami (Osphronemus goramy). Areal potensial untuk perikanan budi daya terdiri atas kolam, sawah (mina padi), dan perairan umum. Perairan umum yang cocok untuk budi daya ikan berupa sungai, rawa, danau, waduk, dan lain-lain. Potensi perairan payau (tambak) dan air asin (laut) bersalinitas 0 - 40 per mil.