Home » » Persyaratan Lahan dan Lokasi Budi Daya Ikan Nila

Persyaratan Lahan dan Lokasi Budi Daya Ikan Nila

Budi daya ikan nila unggul dapat dilskuksn di berbagai ekosistem perairan, seperti di kolam dan sawah, tambak, dan Keramba Jaring Apung (KJA). Syarat kelayakan aspek teknis, biologis dan higenis perlu diperhatikan. Disamping itu kelayakan aspek sosial, ekonomi, dan legalitas juga tidak kalah penting.

Lokasi Budi Daya
Kelayakan aspek teknis, biologis, dan higienis untuk budi daya ikan nila :

A. Kolam
  • Ketinggian berkisar l - 1.000 m dan permukaan laut (dpl.) atau idealnya pada ketinggian 0 - 500 m dpl. Produksi ikan nila akan berkurang setiap ketinggian naik 100 m dari muka laut.
  • Lahan dasar mendatar atau dengan kemiringan 1 - 3°.
  • Jenis tanahnya liat atau lempung yang sedikit berpasir (sandy clay) dengan perbandingan 3 : 2. 
  • Tersedia sumber air, baik air permukaan, air hujan, maupun air tanah. 
  • Debit air yang ideal antara 5 - 10 liter/detik, namun dengan kedalaman air 40 - 75 cm (pembenihan), 0,5 - l m (pembesaran), dan 10 - 15 cm (mina padi).
  • Lahan terlindung dari banjir, hama, pesaing, dan longsor.
  • Bebas dari berbagai cemaran, seperti cemaran industri (logam berat, minyak, bahan kimia), cemaran pertanian) (pestisida, limbah pertanian), dan cemaran rumah tangga (detergen dan limbah rumah tangga). 
  • Bebas dari cemaran alami, seperti blooming plankton, belerang, alga benang, tanaman air, dan air panas.
B. Tambak
  • Lahan pertambakan rnempunyai pasok air iaut dan air tawai yang cukup supaya saiinitas 10-25 per mii mudah dicapa dan dipertahankan.
  • Tanah yang layak untuk tambak adalah bekas hutan bakau karena mengandung unsur nitrogen, forsfor, kalium, kalsium, dan magnesium.
  • Kedalaman air untuk tambak maksimal 80 cm supaya pakan alami dapat tumbuh.
  • Lahan terlindung dari banjir, hama, pesaing, dan longsor. 
  • Bebas dan blooming plankton, logam berat, dan limbah industri.
C. Keramba Jaring Apung (KJA) 
  • Tanah dasar untuk keramba jaring apung sebaiknya tidak berlumpur.
  •  Kedalaman air waduk untuk keramba jaring apung minimal 5 meter. 
  •  Terhindar dari angin, gelombang besar, dan arus balik (turn over). 
  •  Bebas dan blooming plankton, organisme penempel, dan hanyutan sampah.
D. Mina padi 
  • Tanah sawah yang cocok untuk padi akan layak untuk mina padi.
  • Bebas dan pestisida, alga benang, dari blooming plankton.
Kulayakan aspek sosial untuk budi daya ikan nila unggul artinya tidak mengganggu atau merugikan lingkungan setempat. Sebaiknya, hindari pengaruh negatif dari persaingan pengelolaan lahan dan air, pencemaran dari ikan mati, dan bau yang tidak sedap dan pakan.
Lokasi usaba budi daya ikan nila unggul mempunyai pengaruh positif terhadap Iingkungan sekitar, antara lain: 
  •  Membuka lapangan kerja baru.
  •  Menyerap tenaga kerja.
  •  Mendukung pengembangan usaha budi daya ¡kan nila secara komersial.
  •  Menanggulangi kemiskinan.
  •  Membantu program peningkatan gizi masyarakat.
  •  Mendukung pengembangan wilayah dan tempat rekreasi (wisata).
Kelayakan aspek ekonomi berkaitan dengan faktor-faktor penting, antara lain:
  • Harga tanah relatif murah.
  • Dekat dengan jalan umum atau tujuan pemasaran.
  • Mudah mendapatkan sarana produksi.
  • Tersedia jaringan komunikasi.
  • Tersedia sarana transportas yang memadai.
  • Memungkinkan untuk perluasan usaha.
  • Sesuai dengan tata guna lahan.
  • Bukan daerah pengembangan kota atau industri. 
Sementara itu, kelayakan aspek legalitas yang harus diperhatikan adalah status kepemilikan tanah dan memiliki izin usaha. lzin lain sesuai peraturan yang berlaku juga harus rnenjadi bahan pertimbangan.