Home » » Pengendalia Hama dan Penyakit Pada Ikan Nila

Pengendalia Hama dan Penyakit Pada Ikan Nila

Ikan Nila termasuk jenis ikan yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Namun, kehadiran hama dan penyakit tetap perlu di waspadai. Berikut hama dan penyakit yang sering menyerang ikan nila :


a. Hama
Hama merupakan organisme pengganggu yang dapat rnemangsa, membunuh, dan memengaruhi produktifitas, baik secara langsung maupun bertahap. Hama dapat berasal dan aliran air masuk, udara, atau dari darat. Hama penting yang sering menyerang ikan nila antara lain:
  • Bebeasan (Notonecta). Hama ini berbahaya bagi benih ikan nila karena sengatannya. Pengendalian bebeasan dapat dilakukan dengan cara menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/ 100 m2
  • Ucrit (Larva cybister). Ucrit sering menjepit badan ikan nila dengan taringnya hingga robek. Pengendalian ucrit dapat dilakukan dengan cara menghindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam atau wadah budi daya. 
  • Kodok. Kodok biasanya memakan telur-telur ikan nila. Pengendalian kodok dapat dilakukan dengan cara membuang telur ikan yang mengapung. Selain itu, Anda juga dapat menangkap dan membuang kodok yang masuk ke dalam kolam. 
  • Ular. Ular pada umumnya menyerang benih atau ikan kecil. Pengendalian ular dapat dilakukan dengan cara penangkapan ular dan pemagaran kolam.
  • Lingsang. Lingsang gemar memakan ikan dan banyak muncul pada malam hari Pengendalian lingsang dapat dilakukan dengan cara memasang jebakan berumpun.
  • Burung. Burung pada umumnya memakan benih ikan nila merah Pengendalian burung dapat dilakukan dengan cara diberi penghalang bambu supaya sulit menerkam atau diberi rubai - rubai dan tali penghalang.
b. Penyakit
Penyakit pada nila dapat disebabkan karena adanya gangguan dari jasad hidup atau sering disebut penyakit parasiter dan juga non-parasiter. Faktor fisik dan tingkat kandungan kimia dalam perairan sangat berpengaruh. Jasad hidup yang menyebabkan penyakit adalah jamur, bakteri, protozoa, nematoda, dan jenis udang renik.

Penyebaran penyakit dan satu ikan ke ikan lainnya dapat melalui aliran air yang masuk ke kolam, media hidup ikan, kontak Iangsung antara ikan yang sakit dan yang sehat, kontak tidak langsung melalui peralatan yang terkontaminasi, seperti selang air, gayung, ember, dan sebagainya, dan perantara atau pembawa penyakit. Penyakit yang sering menyerang ikan nila antara lain:
  • Penyakit pada kulit. Gejala serangan pada bagian tertentu menyebabkan kulit berubah warna dan tubuh berlendir. Pengendalian penyakit kulit dapat dilakukan dengan cara direndam dalam larutan PK (Kalium Permanganat) dengan dosis 2 gram/10 liter air selama 30 - 60 menit. Pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian. Selain itu, penanganan penyakit juga dapat dilakukan dengan merendarn ikan di dalam Negovon dengan dosis 2 - 3,5% selama 3 menit.
  • Penyakit pada insang. Gejala serangan menunjukkan tutup insang bengkak dan lembar insang menjadi pucat atau keputihan. Pengendalian penyakit dapat dilakukan seperti pada pengendalian penyakit kulit.
  • Penyakit pada organ dalam. Gejala serangan menunjukkan perut ikan bengkak, sisik berdiri, dan tidak gesit. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan seperti pada penyakit kulit.
Secara umum, hal-hal yang perlu dilakukan untuk pengendalian hama dan penyakit pada budi daya ikan nila unggul adalah:
a. Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
b. Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
c. Hindari penebaran ikan secara berlebihan dan melebihi kapasitas.
d. Pemasangan sistem penyaluran air yang ideal yaitu paralel, tiap kolam diberi satu pintu penyaluran air.
e. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
f. Penanganan saat panen atau pemindahan benih dilakukan secara hati-hati dan sesuai langkah yang dianjurkan.
g. Menghalau binatang seperti burung, siput, ikan seribu (Lebistus reticulatus Peters) sebagai pembawa penyakit.
h. Penambahan bahan kimia ke dalam air. Cara ini dilakukan dengan merendam ikan nila yang sakit ke dalam air yang telah diberi larutan senyawa kimia. Setelah direndam beberapa saat, ikan nila dikembalikan ke kolam. Selain itu, daat juga dengan menambahkan larutan senyawa kimia ke air kolam secara Iangsung.
i. Penambahan bahan kimia ke dalam pakan. Prinsip pengobatan dengan cara ini adalah dengan mencampurkan obat ke dalam pakan. Tujuannya, untuk membunuh organisme penyebab penyakit dan meingkatkan daya tahan tubuhikan.