Home » » Pemannenan Hasil Budi Daya Ikan Nila

Pemannenan Hasil Budi Daya Ikan Nila

Panen merupakan suatu rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari budi daya yang dilakukan secara berurutan. Pemanenan dapat dilakukan setelah ada kepastian pemasaran. Panen juga dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan atau pembesaran yang sudah berlangsung selama 4 - 6 bulan. Pada umumnya, ukuran ikan nila unggul mencapai berat antara 400 - 600 gram/ekor. 

Panen hendaknya dilakukan dengan cepat dan cermat supaya tidak menimbulkan stres pada ikan. Cara panen dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu panen total dan panen sebagian. Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, tambak, sawah mina padi, atau pengangkatan keramba jaring apung, sehingga semua ikan nila yang ada di dalamnya dapat tertangkap.


Panen sebagian atau panen selektit dilaksanakan dengan cara memasang jaring atau jala dengan ukuran mata jaringnya tertentu tanpa pengeringan kolam. Panen selektif sering dilakukan untuk memanen ukuran ikan tertentu sesuai dengan kebutuhan atau permintaan pasar. Panen selektif juga dapat bersifat penjarangan (mengurang kepadatan), Sehingga ikan yang tersisa akan tumbuh lebih cepat.
Panen ikan nila di kolam diawali dengan pengeringan air hingga ketinggian tinggal 10 cm. Selanjutnya, dibuat petak pemanenan atau petak penangkapan seluas 1 m2 di depan pintu pengeluaran. Selama panen, air segar perlu dialirkan ke dalam kolam untuk mencegah banyak ikan yang mati. Ikan yang berkumpul di bak-bak (kubangan) penangkapan atau dalam saluran dapat langsung diserok atau ditangkap.

Setelah panen selesai, kolam pemeliharaan dikeringkan dan dilakukan persiapan kembali untuk pemeliharaan berikutnya. Panen di Keramba Jaring Apung (KJA) dilakukan secara bertahap dengan cara mengumpulkan ikan nila pada salah satu sisi, yaitu dengan menarik salah satu sisi ke arah sisi lainnya. Panen ikan nila pada budi daya mina padi disesuaikan dengan pola tanaman padi. 

Kegiatan panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat cuaca belum panas menggunakan waring yang halus dan dikerjakan secara hati-hati dalam waktu yang cepat untuk menghindari luka pada ikan. Budi daya ikan nila unggul secara monokuftur di kolam rata-rata produksinya mencapai 25.000 kg/ha/panen, di Karamba Jaring Apung (KJA) mencapai 1.000 kg/unit (50 m2)/panen atau 200.000 kg/ha/panen, dan di tambak sebanyak 15.000 kg/ha/panen. 

Tempat penampungan hasil panen sebelum didistribusikan dapat berupa kolam tanah, kolam beton, atau Keramba jaring Apung (KJA). Hal penting yang perlu diperhatikan soal tempat penampungan hasl panen adalah air yang masuk sebaiknya masih segar. Di dalam kolam penampungan sebaiknya diberi perlakuan dengan desinfektan untuk menjaga kesehatan ikan nila.