Home » » Langkah Langkah Pembenihan Ikan Nila

Langkah Langkah Pembenihan Ikan Nila

Untuk melakukan pembenihan ikan nila, ada beberapa langkah yang seharusnya kita ketahui agar pembenihan yang kita lakukan menghasilkan benih yang maksimal. Berikut langkah langkahnya ;

1. Pemijahan Ikan Nila
Proses perkawinan induk jantan dan betina sampai menghasilkan larva disebut pemijahan. Nila jantan akan membuat sarang pada dasar kolam, kemudian  mengundang betina untuk bertelur di sarang itu. Ketika telur telur nila keluar, nila jantan akan membuahi dengan cara menyemprotkan cairan jantan ketelur telur itu.


Setelah telur telur itu di buahi oleh si jantan, maka betina kembali menyimpan telur telur itu kedalam mulutnya. Dalam beberapa hari saja telur telur itu akan menetas. Ketika telur telur nila menetas, maka itu disebut dengan larva.

Pada usia ini, induk nila betina akan menjaga anak anaknya tersebut dengan menyimpan dan mengamankan dalam mulutnya. Biasanya induk nila akan memasukkan ke dalam mulutnya. Selama beberapa hari induk akan menjaga anaknya dengan cara keluar masuk dalam mulunya.

Pada usia 4-5 hari larva ini mulai terbentuk seperti ikan dewasa dan pada usia ini, induk akan membiarkan anak anaknya untuk mencari ikan sendiri.

Biasanya anak anak ikan ini akan mencari makan dengan cara bergerombol kemanapun mereka akan pergi, seolah olah seperti ada yang memimpinya. Anda dapat melihat anak anak ikan yang mencari makan bergerombol di tepi kolam, pada saat itu juga lakukan penangkapan larva dengan jaring selambu untuk memindahkan ke penampungan khusus.

Larva ini akan ditampung pada kolam beton kecil atau di tampung pada happa untuk dipelihara sampai menjadi benih yang kemudian siap untuk pembesaran.  Pemisahan larva dari ikan ikan besar untuk memudahkan pemberian makan yang halus dan pemantauan pertumbuhan anak menjadi bibit  ikan dalam sebulan kemudian.

Induk induk nila tetap pada kolam yang sama untuk melanjutkan proses memproduksii larva. induk induk yang memproduksi larva ini sebaiknya 6 kali saja, atau paling lama satu tahun kemudian di ganti induk yang baru.

2. Pendedaran Ikan Nila

Pendedaran adalah pemisahan larva dengan induk betina maupun induk jantan. Pemeliharaan larva ini dimaksutkan untuk di siapkan untuk menjadi anak anak ikan yang cukup besar yang di namakan benih. Pemeliharaan pendadaran awal ini berlangsung satu sampai satu setengah bulan. Pendedaran ini diharapkan dappat mencapai ukuran 3-4 cm atau 9-12 gr.

Pemindahan larva pada kolam pendedaran ini dimulai ketika usia larva 5-6 hari. Tangkaplah larva yang sudah berbentuk ikan kecil. Besar ikan kecil ini panjangnya sekitar 3-5 mm atau berusia 5-8 hari sejaktelurmenetas. pindah pada penampungan khusus di bak beton, jaring kelambu, atau happa.

Kolam semen kecil dapat berukuran 1m x 1m x 0,5m atau juga dibuat lebih besar. Penampungan sebasar 1x1x50cm dapat menampung 20.000-50.000 ekor larva. Pemeliharaan pada penampungan ini tidak lebih dari sebulan, Karena akan terlalu sesak bagi ikan yang semakin bertumbuh besar.

Berikan pakan berpotensi tinggi yang berbentuk tepung 4-5 kali sehari. Masing masing satu sendok teh pakan ikan berbentuk tepung atau yang dicairkan.

Berikut adalah cara mudah untuk memberikan pakan berprotein tinggi


1.

Rebus satu butir telur dan ambil bagian kuningnya saja.

2.

Larutkan merata dalam 500 ml atau ½ liter air

3.

Masukan dalam botol semprotan kecil

4.

Semprotkan 100ml ke dalam kolam pendederan untuk sekali makan.

5.

Aturlh waktu setiap 2 atau 3 jam sekali

6.

Satu larutan kuning telur dapat memberi makanan 100.000 ekor anak ikan.

3. Pembenihan Ikan Nila 

Selama pendadaran selama 4-6 minggu anak ikan sudah berkurang 2-3 cm, Anda dapat memindahkan ke kolam pembenihan. Pada pendederan dengan kolam 1x 1x 50 cm  sudah tidak layak lagi untuk menampung anak ikan yang semakin besar. Oleh karena itu  Kita perlu menyediakan kolam yang lebih besar lagi agar anak ikan lebih leluasa untuk tumbuh disinilah perbedaan pendederan dan pembenihan.

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang berarti pada pendederan dan pembenihan . Seperti pembahasan sebelumnya , Pendederan adalah persiapan larva untuk menjadi benih, kemudian benih siap dibebaskan pada kolam yang lebih besar  untuk pembesaran. Namun, benih panjang 2-3cm terlalu kecil untuk dilepas pada kolam pembesaran , karena itu harus dibuat kolam pembenihan yang cukup besar untuk memicu pertumbuhan benih yang lebih besar lagi.

Kolam pembenihan bisa menggunakan kolam tanah atau beton yang berukuran 10 x 20 meter. Luas 200 meter persegi dapat menampung 20- 100 ekor benih. Pembenihan ini dimaksutkan untuk  ikan sedikit lebih besar lagi. Lama pemeliharaan pada kolam pembenihan 4-6 minggu.

Benih tersebut sudah mencapai panjang antara 3,5 - 5 cm. ketika benih sudah mencapai ukuran tersebut maka benih sudah boleh di tebar dan dibesarkan pada kolam pembesaran atau jika anda ingin, benih tersebut bisa di jual pada petani yang ingin membesarkan  ikan nila. Pakan yang diberikan pada pembenihan ini adalah pakan berukuran 1,5mm.

Penggunaan pelet timbul akan lebih baik dari pada pelet tengelam karena akan mengurangi pakan yang jatuh kedalam kolam yang memungkinkan tidak dimakan oleh ikan.

Pemberian pakan pada pembenihan lebih baik dilakukan tiga kali sehari. Panaen benih dapat dilakukan dengan menjaring atau dengan menurunkan volume air. Buatlah jaring apung untuk menampung tangkapan benih. Jika benih nila sudah dipanen, besarkan apa yang akan dibesarkan dan juallah apa yang akan dijual.

Sekarang waktunya membesarkan benih nila di kolam pembesaran. Koalam air deras dan kolam jaring apung adalah dua bentuk pembesaran yang paling cepat membesarkan ikan nila.