Home » » Habitat, Tingkah Laku, dan Pertumbuhan Ikan Nila

Habitat, Tingkah Laku, dan Pertumbuhan Ikan Nila

A. Habitat
Habitat ikan nila berada di perairan tawar, seperti kolam, sawah, sungai, danau, waduk, rawa, situ, dan genangan air lainnya. Ikan ini juga dapat beradaptasi dan hidup diperairan payau dan perairan laut dengan teknik adaptasi bertahap. Habitat yang  ideal untuk ikan nila adalah perairan tawar yang memiliki suhu antara 14 - 38°C atau suhu optimal 25 - 30°C. 


Pada masa berpijah, ikan nila membutuhkan suhu antara 22 - 27°C. Suhu yang terlalu rendah (< 14°C) atau terlalu tinggi (> 30°C) akan mengganggu bahkan menghambat pertumbuhan. Suhu amat rendah (6°C) atau suhu ekstrem (42°C) dapat mematikan ikan nila. Kemasaman air yang optimal untuk perkembangbiakan dan pertumbuhan ikan nila ada pada angka pH 7 - 8. Ikan nila masih dapat tumbuh dalam keadaan air asin dengan kadar salinitas 0 - 35 ppm, seperti di perairan payau, tambak, dan perairan laut, terutama untuk pembesaran. Ikan nila jantan memiliki toleransi lebih tinggi terhadap salinitas daripada ikan betina. Ikan nila berukuran kecil lebih lebih cepat menyesuaikan diri terhadap kenaikan salinitas. 

B. Tingkah Laku 
Tingkah laku ikan nila berhubungan dengan kegiatan perkawinan dan pemijahan. Secara alami, ikan nila dapat memijah sepanjang tahun. Ikan nila mulai memijah pada umur 4 bulan atau panjang badan sekitar 9,5 cm. Pembiakan terjadi setiap tahun tanpa adanya musim tertentu dengan interval waktu kematangan telur sekitar 2 bulan. Induk betina matang kelamin dapat menghasilkan telur antara 250 - 1.100 butir. 

Ikan nila jantan mempunyai naluri membuat sarang berhentuk lubang di dasar perairan yang lunak sebelum rnengajak pasangannya untuk memijah. Satu siklus atau daur hidun ikan nila meliputi tahap-tahap yang terdiri atas stadium telur, larva, benih, dewasa, dan induk. Daur hidup dan telur sampai menjadi induk berlangsung selama 5 - 6 bulan.

C. Pertumbuhan 
Ikan nila tergolong sebagai Mouth Breeder atau pengeram dalam mulut. Telur - telur yang telah dibuahin akan menetas dalam jangka waktu 35 hari di dalam mulut induk betina. Telur akan menetas menjadi larva dalam 4 - 5 hari kemudian. Larva yang baru lahir berukuran kecil, panjang tubuh 4 - 5 mm, dan diasuh dalam mulut induk betina selama +/- 11 hari. Jika induk melihat ada ancaman, maka anakan akan dihisap masuk kedalam mulut betina dan dikeluarkan lagi setelah situasi aman. 
Larva di asuh dan dilindungi oleh ikan betina sampai berumur kurang lebih 2 minggu. Larva yang sudah besar, panjang tubuhnya mencapai 8 mm disebut stadium benih. Ikan yang berada dalam keadaan stadium benih memiliki kebiasaan hidup berenang dan bergerombol. Setelah berukuran lebih besar mereka hidup berbisah.

Ikan nila yang berat badabnya mencapai 250 gram disebut stadium dewasa. Periode stadium benih mencapai dewasa berlangsung selama 4 - 5 bulan. Ikan nila yang berumuran 1,5 - 2 tahun dengan berat > 500 gram/ekor disebut stadium induk. Ikan nila umumnya matang kelamin umur 5 - 6 induk. Ikan nila umumnya matang kelamin mulai umur 5 - 6 bulan. Ukuran matang kelamin berkisar 30 - 350 gram.