Home » » Cara Memilih Dan Merawat Indukan Ikan Nila

Cara Memilih Dan Merawat Indukan Ikan Nila


Guna Pembenihan ikan nila, calon indukan hendaknya menggunakan galur murni yang secara genetis memiliki sifat-sifat ungul. Untuk mendapatkan indukan yang ungul, sebainya kita mencari di tempat tempat terpercya seperti, BBPBAT atau balai balai perikanan setempat.

Indukan nila matang gonad atau sudah siap memijah, harganya cukup mahal. Untuk itu, kita memelihara  calon indukan sedari kecil hinga ikan siap untuk di pijahkan.

Adapun ciri ciri calon indukan nila yang baik adalah sebagai berikut.

1.  Merupakan garul murni dan berasal dari kerturunan yang berbeda
2. Kondisi sehat dan bentuk badannya normal tidak cacat
3. Sisik besar dan susunannya rapi
4. Bagian kepala relatif kecil dibanding dangan badannya
5. Badan tebal dan relatif mengkilap
6. Gerakan lincah, reponsif terhadap pemberian pakan

Ikan nila betina memasuki matang gonad setelah berumur 5-6 bulan. Induk betina yang akan dipijahkan setidaknya telah mencapai bobot 200-250 gram dan untuk induk jantan 250-300 gram.

Seperti yang sudah di sebutkan sebelumnya ikan nila termakasuk ikan yang jumlahnya tidak sedikit. satu induk betina dengan berat 200-250gram hanya mengandung telur 500-1000 butir. dari jumlah tersebut yang menetas menjadi larva biasanya berkisaran 200-400 ekor.

Baca juga : Mengenal Ikan Nila
Masa produktivitas indukan untuk pembenihan ikan  nila berkisaran 1,5-2 tahun. Indukan yang sudah di benihkan lebih dari 2tahun sebainya di ganti dengan yang baru. Karena kualitas dan kualitas anakannya akan menurun. indukan ikan nila yang telah memijah siap dipijahkan kembali setelah 3-6 minggu.

Indukan jantan dan betina yang di siapkan untuk pembenihan ikn nila harus di pelihara di kolam terpisah. Induk betina disatukan dengan yanglainnya, begitu pula induk jantan. Padat tebar untuk kolam pemeliharaan induk sekitar 3-5 ekor/m2.

Kolam pemeliharaan induk jantan dan betina harus memiliki sumber pengairan yang berbeda. Buangan kolam jantan tidak boleh masuk ke kolam betina dan sebaliknya. Hal ini untuk menghindari terjadinya pemijahan liar . Misal, Seperma jantan terbawa ke kolam betina sehinga terjadi pembuahan.

Baca juga : Prospek Budi Daya Ikan Nila
Pemberian pakan untuk calon indukan sebainya memiliki kadar protein tinggi, lebih dari 35%. Berbeda dengan pakan ikan untuk pembesaran yang hanya membutuhkan kadar 2%. Kandungan protein yang tinggi diperlukan agar pertumbuhan gonad maksimal. Jumlah pakan yang di perlukan untuk untuk pemeliharaan indukan sebanyak 3% dari bobot ikan per hari