Suhu, Intensitas Cahaya Matahari, Dan Kedalaman Ikan Nila

Plankton dan tumbuhan air gulma (Lemna sp., Wollfia, Spyrogyra) Umumnya lebih sensitif terhadap suhu dan intensitas cahaya matahari. Gulma air dan plankton merupakan jenis tumbuhan yang merupakan suhu dan intensitas cahaya yang tidak berlebihan selama pertumbuhannya. 

Untuk lokasi dengan suhu dan intensitas cahaya matahari yang tinggi saat musim kemaarau, hal ini dapat menjadi foktor penghambat tumbuhnya pakan alami. intensitas  cahaya yang tinggi dapat mengakibatkan kenaikan suhu air terutama pada kolam yang tidak terlalu dalam, Sehingga dapat menimbulkan kematian pada pakan alami.

Kedalaman kolam hendaknya disesuaikan dengan tempat dan lingkungan budi daya ikan dan pakan alami tersebut. Kedalaman kolam dapat mempengaruhi kemampuan cahaya mataharidalam mencapai dasar kolam dan merubah suhu air kolam yang nantinya akan berdampak pada tingkatan pertumbuan pakan alami. Kedalam kolam yang ideal bagi pertumbuhan pakan alami berkisaran antara 15-25 cm, tujuannya untuk menjaga air agar tidak mengalami kenaikan suhu yang signifikan saat musim kemarau. 

Pengaturan Tata Letak Kolam Ikan

Penataan kolam ikan dan kolam pakan dibuat berdekatan atau berada disatu area yang sama. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengangkutan pakan ke kolam, sehingga pakan yang diberikan pada ikan masih dalam kondisi segar. Penataan ini juga berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan pakan, sehingga pengangkutan dapat dilakukan tanpa mengeluarkan biaya produksi yang berlebih.


Penataan kolam dapat disesuaikan dengan keadaan tempat budi daya. Jika lokasi budi daya merupakan daerah pematang sawah yang dialihfungsikan. Artinya tidak perlu perlakuan khusus. Pinggiran petak sawah dapat dilapisi bambu agar tidak terjadi kebocoran antar sisa petak sawah yang telah diisi air.Namun kolam ingin dibuat lebih tahan lama dan anti hama, petak sawah tersebut dapat dilapisi beton dan dibuat pengairan yang lebih baik. Pada bagian seluruh air dabat diberikan saringan khusus agar ikan dari kolam lain dan dari saluran air tidak tercampur kekolam selanjutnya.

Sistem pengairan yang dapat dilakukan adalah sistem pengairan seri, yaitu sistem aliran air yang kontinyu dari satu kolam ke kolam lain yang disambungkan dengan pipa-pipa yang saling terhubung. Pengairan dimulai dari aliran mata air yang pertama kali mengalir menuju kolam ikan, lalu dialirkan terus dari kolam ikan menuju kolam-kolam lain yang berisi ikan dan pakan.

Sistem pengairan seperti ini cukup aman untuk penggunakaan pakan alami karena pada kolam yang berisi ikan tinja hasil eksresinya tidak mengandung zat berbahaya dan dapat menjadi sumber nutrisi bagi zooplankton serta tumbuhan air. Kotoran ikan ini akan ikut mengalir dan akan sampai kolam yang berisi pakan alami. Dengan sistem seperti ini, siklus budi daya ikan dan pakan alami akan terus berputar dan tidak ada satu pun hasil budidaya itu yang terbuang percuma.

Saluran air yang dibuat untuk sistem pengairan ini memiliki ketinggian berkisar 15 - 20 cm dari permukaan kolam. Hal ini dilakukan agar ketika pakan ditebar dan berkumpul di permukaan air, pakan tidak ikut hanyut dan masuk kekolam lain. Aliran air yang digunakan pada sistem ini merupakan aliran merupakan aliran yang lambat dengan kualitas air bersih yang berasal dari mata air pengunungan.

Hal yang perlu Diperhatikan Saat Membeli Bahan Baku Ikan Nila Segar Mati


Proses pemilihan nila unggul di mulai dari pemilihn ikan nila sebagai bahan baku.bahan baku yang baik menghasilkan produk yang baik pula, Ada beberapa hal yang perlu diperhatian saat memilih bahan balu ikan nila segar mati yaitu .

        1. Pilih ikan nila sebaik mungkin dengan memperjatikan ciri ciri ikan segar.

        2. Hindari membeli ikan nila yang dberi zat pengawet yang tidak di izinkan, misalnya amoniak dan formalin.

        3. Jagan membeli ikan nila yang harganya jauh di bawah harga umum atau harga pasar. harga yang jauh di bawah harga umum biasanya disebabkan bahan baku yang menurun kwalitasnya atau di awetkan dengan pengawet yang tidak di ijinkan.

        4. Ambil contoh atau sempel apabila pembelian ikan nila dalam jumlah besar. Sampling mewakili setiap wadah yang digunakan.

        5. Pilih ikan nila yang ukurannya hampir sama untuk memudahkan proses pengolahan tidak perlu melakukan penyontiran kembali.

        6. Bili ikan nila dari pedagang yang sudah di kenal supaya kualitas bahan bisa di pertanggung jawabkan.

       7. Tetap kan pembelian dalam rantai pemasran yang paling pendek.

Ikan nila ini dapat di olah menjadi beberapa macam olahan, baik dalam sekala industri sampai rumah tangga.

Perbndingan Luas Kolam Ikan dan Pakan

Bibit ikan nila berukuran l - 2 cm belum mampu mengonsumsi kiambang (Lemna minor). Karena itu, gunakan pakan Wolffia sebagai pakan subtitusinya. Perlu diperhatikan bahwa iklim atau musin, juga memengaruhi pertumbuhan jenis tumbuhan air tertentu. Pakan alami seperti kiambang merupakan jenis pakan yang mengalami penurunan populasi pada musim kemarau, sehirigga untuk mengantisipasi hal ini perlu dïbudidaya kan tumbuhan air jenis lain, seperti spirogyra untuk menggantj kekurangan pasokan kiambang sebagai pakan.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kolam pakan yang tersedia sebaiknya memiliki ukuran tiga kali Iebih luas dibandingkan dengan kolam budi daya ikan nila. Artinya, untuk memberi pakan 1 m2 kolam budi daya yang berisi sekitar 20 - 25 ekor ikan dengan kedalaman kolam 1,25 m diperlukan 3 m luas kolam yang telah dipenuhi pakan alami.


Dengan ukuran 1 m2 kolam Lemna harus mampu memenuhi minimum 1 kg pakan don setiap 1 m2 harus mampu memenuhi 5 kg ikan. Jadi, untuk menghasilkan jumloh bobot 5 kg ikan harus tercapai bobot pakan sebanyak 1 kg per 1 m2. Jika kolom pakan berwarna hijau pekat dan memiliki Lemna yang berlapis-lapis menandakan ketersediaan Lemna sebagai pakan telah cukup untuk diberikan kepada ikan.

Ketersediaan Sumber Air Harus Maksimal dan Bersih

Untuk mendukung budi daya ikan nila yang ramah lingkungan, hendaknya sumber air bagi lahan budi daya juga perlu diperhatikan. Air yang ideal harus bersih dan bebas dari campuran bahan berbahaya. Karena itu, sumber air yang dibutuhkan sebaiknya berasal langsung dari mata air yang dialirkan melalui pipa-pipa atau saluran irigasi air.

Pengukuran kualitas air juga perlu dilakukan untuk memastikan apakah air tersebut ideal atau tidak bagi budi daya ikan nila. Parameter yang perlu diperhatikan dalam pengukuran ini di antaranya derajat keasaman (pH), kandungan oksigen terlarut, suhu, dan kecerahan. Suhu air yang ideal berada pada rentang 18 - 33 °C  dengan pH air yang mendekati netral yaitu sekitar 5 - 71 dan kandungan oksigen terlarut sebesar >2 mg/liter (ppm).